Onani Menyebabkan Mandul?
Asslammualaikum, Wr, Wb.
Dokter HK Suheimi yth,
saya pria yang berusia 27 tahun. Semenjak tamat kuliah tahun 2000 lalu sampai sekarang saya jadi pengangguran. Ada kebiasaan yang saya lakukan beberapa tahun belakangan. Guna melampiaskan gairah seks, saya sering melakukan onani dan saya cukup puas. Tapi, saya takut, dari informasi yang saya dengar melakukan onani bisa membuat kita menjadi mandul. Apalagi kalau sering-sering bisa menyebabkan sperma terkuras habis dan tulang keropos ? apakah itu betul Dok? Sekian Dok, saya berharap dokter bisa mencarikan jalan keluar atas persoalan saya ini. Wassalam
Dodi putra - Dumai
Jawaban;
Dodi Putra yth, aktifitas sexual adalah tindakan fisik atau mental yang menstimulasi, merangsang dan memuaskan secara jasmaniah. Tindakan itu dilakukan sebagai cara yang penting bagi seorang untuk mengekspresikan perasaan daya tarik kepada orang lain. Mereka yang terlibat dalam aktifitas seksual, apakah sendirian atau dengan orang lain, sunggu-sungguh karena menyenangkan. Hubungan intim penting untuk reproduksi.
Masturbasi/onani adalah simulasi organ genital (seks), biasanya dengan tangan, tanpa melakukan hubungan intim. Bagi laki-laki masturbasi adalah rangsangan penis dengan mengusap atau menggosok-gosoknya. Sedangkan perempuan, masturbasi dengan mengusap-usap dan menggesek-gesek daerah kemaluan, terutama klitoris dan vagina. Masturbasi digolongkan kedalam kegiatan memuaskan diri sendiri, tapi kadang dapat pula terjadi dengan perasaan merangsang alat kelamin lawan jenis untuk mencapai orgasme. Masturbasi bagi laki-laki dan perempuan kadang-kadang dinamakan dengan diri sendiri.
Masturbasi dimaksudkan agar timbul perasaan yang menyenangkan. Bila sebaliknya orang tidak mau melakukannya, secara biologis orgasme sama nikmatnya dengan melakukan intim tapi pengaruhnya secara emosional berbeda. Sebagai pengganti mengalami kenikmatan atau kelegaan sendiri, sebagaimana biasa terjadi dalam masturbasi, seks dengan pasangan menyangkut kenikmatan bersama.
Masturbasi adalah bagian yang normal dari penemuan diri meskipun tidak esensial terhadap proses fisik dari perkembangan seksual manusia. Masturbasi merupakan kegiatan umum yang dilakukan baik laki-laki maupun perempuan. Masturbasi memiliki nilai fisikologis yang positif sebagai cara membebaskan ketergantungan seksual dan energi seksual. Tidak ada efek samping secara jasmaniah akibat melakukan masturbasi.
Kalau ada, istilah efek samping itu mengindikasikan moralitas. Sikap mengupas secara kritis bahwa masturbasi merupakan ketidaknormalan bukan masalah yang luar biasa selama masa remaja baik laki-laki maupun perempuan. Jika mereka merasa bersalah ini biasanya berasal dari para remaja mempercayai bahwa orang tua mereka atau orang dewasa lain akan mencela kegiatan itu karena stigma sosial dikaitkan terhadap masturbasi.
Sesungguhnya normal jika remaja merasa bersalah atau khawatir bahwa mereka akan mengalami cacat fisik ringan, nyata atau fantasi lantaran merangsang alat kelaminnya sendiri. Kemungkinan ini rupanya berkaitan dengan mitos seputar hal itu, terutama diantara laki-laki dan perempuan muda.
Disebut-sebut orang bila melakukan masturbasi akan mengalami kebutaan atau gila, tumbuh rambut pada telapak tangan mereka atau mengalami gangguan pada alat kelamin termasuk rasa sakit atau timbulnya berbagai iritasi kulit. Sekali lagi perlu ditegaskan tidak ditemukan gangguan secara medis sehubungan efek masturbasi. ***
Minggu, 24 Agustus 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar